Sentuhan Budaya dalam Kepemimpinan, Agustiar Sabran Ajak Pers Rajut Harmoni Kalteng

PALANGKA RAYA – Halaman Istana Isen Mulang menjadi saksi dialog reflektif antara Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, dengan para awak media pada Sabtu (31/1/2026) malam. Bukan sekadar seremonial, pertemuan ini menjadi panggung bagi Gubernur untuk menggarisbawahi peran vital kearifan lokal sebagai kompas pembangunan daerah.

Dalam narasi yang disampaikannya, Agustiar menekankan bahwa kekuatan Kalimantan Tengah terletak pada kemampuan masyarakatnya untuk menyatukan frekuensi di tengah perbedaan.

Filosofi Kebersamaan: Dari Rasa Menuju Asa

Gubernur mengakui bahwa menyatukan berbagai pemikiran dalam satu visi pembangunan memerlukan proses dan waktu. Namun, ia percaya bahwa budaya lokal yang inklusif adalah kunci jawaban dari setiap tantangan koordinasi.

  • Proses Adaptasi: “Awalnya mungkin sulit, namun konsistensi akan melahirkan kecocokan,” tutur Agustiar.

  • Fondasi Budaya: Menitikberatkan pada nilai gotong royong dan persaudaraan sebagai identitas asli masyarakat Kalteng.

  • Visi Masa Depan: Keyakinan bahwa kesadaran kolektif adalah mesin utama penggerak kesejahteraan masyarakat.

“Ketika rasa persaudaraan sudah tertanam, maka asa (harapan) untuk maju bersama akan menjadi nyata. Budaya kita adalah guru terbaik dalam hal kebersamaan,” tegasnya di hadapan insan pers.

Membangun Jembatan Komunikasi

Plt. Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Ampung, yang turut mendampingi, menyebutkan bahwa inisiatif Gubernur ini bertujuan untuk meruntuhkan sekat-sekat komunikasi antara birokrasi dan media massa.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah saat ini tengah mendorong pola komunikasi yang lebih terbuka, jujur, dan konstruktif. Media tidak lagi hanya dipandang sebagai penyebar informasi, tetapi sebagai mitra strategis dalam mengawal setiap kebijakan daerah melalui kritik dan masukan yang membangun.

Sinergi yang Harmonis

Pertemuan tersebut diakhiri dengan diskusi dua arah yang mengalir. Antusiasme insan pers menunjukkan adanya kerinduan akan ruang dialog yang setara dan transparan. Dengan semangat kebersamaan ini, Kalimantan Tengah optimis dapat melangkah lebih jauh dalam mewujudkan agenda-agenda besar pembangunan di masa mendatang. (Desi)

Editor: Erikson

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *