PALANGKA RAYA – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari, Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (DPW IPJI) Kalimantan Tengah melakukan langkah konkret dalam memperkuat pilar demokrasi. Tidak tanggung-tanggung, IPJI Kalteng merangkul 35 media yang tergabung dalam organisasinya untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi aspirasi dan keluhan masyarakat.
Langkah ini diambil sebagai bentuk nyata dedikasi pers dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas di Bumi Tambun Bungai. Ketua DPW IPJI Kalteng, Pickrol Hidayad, menegaskan bahwa IPJI bukan sekadar wadah profesi, melainkan jembatan strategis antara rakyat dan pemegang kebijakan.
“Di momentum Hari Pers Nasional ini, kami menegaskan kembali bahwa IPJI hadir dari rakyat dan untuk rakyat. Bersama 35 media jejaring kami, kami siap menjadi penyambung lidah bagi siapapun yang ingin menyampaikan kritik, aspirasi, maupun informasi publik yang perlu diketahui luas,” tegas Pickrol.
Komitmen Profesionalisme dan Integritas
Pickrol menambahkan, perayaan HPN harus menjadi ajang refleksi bagi seluruh insan pers di Kalimantan Tengah. Menurutnya, kualitas informasi sangat bergantung pada integritas dan profesionalisme jurnalis dalam menjaga independensi.
Untuk mendukung hal tersebut, DPW IPJI Kalteng juga berkomitmen memperkuat kapasitas jurnalis melalui program berkelanjutan, mulai dari pelatihan hingga forum diskusi. Hal ini bertujuan agar setiap informasi yang diproduksi oleh media di bawah naungan IPJI tetap faktual, berimbang, dan jauh dari hoaks.
Sinergi Mengawal Pembangunan
Melalui kekuatan sinergi 35 media, IPJI Kalteng optimis dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok daerah. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan daerah melalui pengawasan publik yang sehat.
IPJI Kalteng secara terbuka mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan persoalan publik atau menyampaikan informasi penting melalui jaringan media mereka. Organisasi ini menjamin bahwa setiap masukan akan diproses secara profesional sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
Dengan keterbukaan ruang komunikasi ini, pers di Kalimantan Tengah diharapkan dapat terus bertransformasi menjadi mitra strategis masyarakat dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, adil, dan berorientasi pada kepentingan umum. (Desi)






