PALANGKA RAYA – Gema selawat dan nuansa religius menyelimuti pelataran Kantor TVRI Kalimantan Tengah pada Senin (2/3/2026). Di tengah kemeriahan Gebyar Ramadan Berkah V Tahun 1447 H, satu sosok muda mencuri perhatian publik melalui keanggunannya di atas catwalk. Ia adalah Raisya Arina Zaidan, siswi berbakat dari SMA Negeri 2 Palangka Raya.
Membawa panji sekolahnya, gadis yang akrab disapa Rere ini tampil memukau dalam lomba Fashion Show Busana Muslim. Di bawah sorot lampu dan tatapan antusias masyarakat, Rere menunjukkan bahwa mengenakan busana muslim bukan sekadar menjalankan kewajiban agama, melainkan juga sebuah pernyataan seni yang penuh estetika dan kesantunan.
Bagi Rere, partisipasinya dalam ajang bergengsi garapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah ini bukan sekadar mengejar trofi. Ada misi pribadi yang jauh lebih besar: menaklukkan rasa ragu dan memupuk rasa percaya diri di hadapan publik.
“Saya merasa sangat bersyukur dan bahagia bisa menjadi bagian dari kompetisi ini. Bagi saya, panggung ini adalah ruang belajar yang luar biasa. Selain menambah jam terbang, saya bisa bertemu banyak teman baru dan belajar bagaimana membawa diri dengan penuh percaya diri di depan banyak orang,” ujar Rere dengan nada optimis usai penampilannya.
Ketangguhan mental yang ditunjukkan Rere mencerminkan semangat generasi muda masa kini yang berani keluar dari zona nyaman. Ia mampu menyelaraskan antara busana yang dikenakan dengan ekspresi wajah yang teduh namun tegas, sebuah kombinasi yang memikat hati dewan juri.
Kegiatan tahun ini mengusung tema yang sangat mendalam: “Memaknai Ramadan dengan Keberkahan untuk Mewujudkan Huma Betang dalam Bingkai Ukhuwah Islamiah”. Tema ini bukan sekadar hiasan kata-kata, namun tercermin dalam setiap gerakan para peserta, termasuk Rere.
Melalui busana yang ditampilkan, Rere dan peserta lainnya seolah bercerita tentang keindahan Islam yang berakulturasi harmonis dengan budaya lokal. Lomba ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kesopanan dan kesantunan dalam berbusana muslim dapat dikemas secara kreatif tanpa menghilangkan jati diri religiusnya.
Rere pun menitipkan harapan besar agar ajang seperti ini terus tumbuh dan konsisten dilaksanakan setiap tahun.
“Generasi muda butuh ruang seperti ini. Ruang di mana bakat dan kreativitas bisa disalurkan secara positif, apalagi di bulan suci yang penuh berkah. Semoga kedepannya semakin banyak wadah bagi kami untuk terus berkarya,” tambahnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, Gebyar Ramadan Berkah V merupakan instrumen Pemerintah Provinsi Kalteng untuk memperkuat silaturahmi. Ajang ini menjadi titik temu bagi berbagai elemen masyarakat untuk merayakan kebersamaan dalam semangat ukhuwah Islamiah.
Kehadiran sosok seperti Raisya Arina Zaidan menjadi bukti bahwa SMA Negeri 2 Palangka Raya terus berkomitmen mendukung siswanya untuk berprestasi di jalur non-akademik, sekaligus membentuk karakter pemuda yang berakhlak mulia dan berwawasan luas.






