Indonesia Raih Kepercayaan Global, Ekonom Muda Rio Kriswana: Mari Jadikan Kalteng Magnet Investasi Baru

Rio Kriswana, S. Ap., M.M., CRGP., CRM

PALANGKA RAYA – Keputusan lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings, yang kembali mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada level BBB dengan Outlook Stabil, mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan. Salah satunya Rio Kriswana, Ekonom Muda Kalimantan Tengah yang juga Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Perekonomian Kalimantan Tengah, menilai capaian ini sebagai bukti ketangguhan fundamental ekonomi nasional di tengah tantangan global.

“Kami menyambut positif keputusan S&P ini. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, fundamental ekonomi Indonesia dinilai tetap kuat dan memiliki ketahanan yang baik. Rating ini adalah bentuk kepercayaan lembaga pemeringkat internasional terhadap kemampuan Indonesia dalam menjaga stabilitas fiskal dan sektor keuangan,” ujar Rio Kriswana melalui media Talawang News, Rabu (15/7).

Namun, Rio menekankan bahwa rating BBB bukanlah tujuan akhir. Menurutnya, kepercayaan internasional tersebut harus segera dikonversi menjadi aksi nyata yang berdampak pada peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah.

Ia juga menyampaikan bagi dunia usaha, status investment grade BBB memberikan sinyal positif mengenai risiko investasi yang terjaga. Hal ini membuka ruang bagi iklim bisnis yang lebih kondusif dan biaya pendanaan yang lebih kompetitif.

“Untuk pelaku usaha di daerah, termasuk UMKM, efek ini akan terasa melalui peningkatan aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Jika arus investasi masuk, permintaan barang dan jasa akan meningkat, yang pada gilirannya membuka peluang usaha lebih luas bagi masyarakat lokal,” jelasnya.

Sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Kalteng yang membidangi perekonomian, Rio menegaskan bahwa Kalimantan Tengah harus proaktif menangkap momentum ini. Ia menyoroti potensi besar Kalteng di sektor perkebunan, kehutanan, pertambangan, hilirisasi industri, energi, pariwisata, hingga ekonomi hijau.

“Kuncinya ada pada daya saing. Kami mendorong percepatan perizinan, kepastian hukum, pembangunan infrastruktur yang memadai, serta peningkatan kualitas SDM. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga keuangan harus diperkuat agar kepercayaan global ini terjemahkan menjadi investasi riil di tanah Kalimantan Tengah,” tutur Rio.

Rio yang juga memiliki perhatian besar pada ekosistem pembiayaan daerah, menambahkan bahwa stabilitas ekonomi nasional akan memperkuat peran lembaga seperti Jamkrida Kalimantan Tengah.

“Tugas Jamkrida adalah memastikan pelaku UMKM dan usaha produktif yang layak namun terkendala agunan tetap mendapatkan akses pembiayaan. Dengan dukungan penjaminan yang kuat, pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung lebih inklusif dan merata di tingkat lokal,” tambahnya.

Meski optimistis, Rio mengingatkan bahwa status BBB bukan berarti Indonesia bebas dari risiko. Dinamika geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, hingga fluktuasi harga komoditas global tetap menjadi tantangan yang harus diantisipasi dengan cermat.

“Disiplin fiskal, penguatan sektor riil, dan stabilitas sistem keuangan harus tetap menjadi prioritas. Kami memandang keputusan S&P ini sebagai modal kepercayaan yang sangat berharga. Tugas kita bersama sekarang adalah memastikan kepercayaan tersebut menghasilkan investasi produktif yang berkelanjutan bagi Kalteng dan Indonesia,” tutup Rio.

Penulis: Erikson Editor: Adm. Talawang News 01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *