Palangka Raya, Talawangnews.com – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah meminta seluruh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) menghimpun kebutuhan peralatan pemadam kebakaran di satuan pendidikan sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menekankan pentingnya pendataan kebutuhan secara menyeluruh, terutama pompa air dan selang yang dapat digunakan untuk mendukung penanganan awal apabila terjadi kebakaran di sekitar lingkungan sekolah.
Arahan tersebut disampaikan Reza saat menyapa siswa dan guru SMKN 2 Sampit melalui Kelas Digital Huma Betang menggunakan TV interaktif dari Media Center Posko Penanganan Darurat Karhutla di halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Selasa (1/9/2026).
Dalam dialog tersebut, Reza menggali informasi mengenai kondisi lingkungan SMKN 2 Sampit. Kepala SMKN 2 Sampit sekaligus Ketua MKKS SMK Kalteng, Arifin, menyampaikan bahwa lingkungan sekolah relatif aman karena berada di kawasan permukiman.
Meski demikian, Reza meminta agar pendataan tidak hanya berfokus pada sekolah yang telah melaporkan kerawanan, tetapi mencakup kebutuhan seluruh satuan pendidikan. Menurutnya, kondisi setiap wilayah berbeda sehingga dukungan peralatan perlu disesuaikan dengan potensi risiko di lingkungan masing-masing.
“Bapak tolong dihimpun di seluruh MKKS hari ini mengumpulkan kebutuhan pompa air. Lengkap beserta selang-selangnya dan lain-lain. Boleh lewat Pak Arifin untuk mengkoordinasikannya?” ujar Reza.
Ia menjelaskan, beberapa sekolah di wilayah lain telah menyampaikan kebutuhan pompa air dan selang untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran. Karena itu, koordinasi melalui MKKS dinilai penting agar kebutuhan sekolah dapat dihimpun secara terstruktur dan diteruskan kepada Dinas Pendidikan.
Untuk mempermudah proses pendataan, sekolah yang memerlukan dukungan peralatan juga diminta mengisi Google Form yang telah disiapkan. Melalui mekanisme tersebut, kebutuhan masing-masing satuan pendidikan dapat tercatat sebagai bahan pemetaan dan tindak lanjut.
Reza mengingatkan bahwa sekolah perlu bersikap proaktif dalam menyampaikan kebutuhan, terutama apabila berada di sekitar lahan terbuka, semak belukar, atau kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran. Langkah antisipasi sejak dini dinilai penting agar sekolah lebih siap menghadapi perubahan kondisi di lapangan.
Pendataan ini menjadi bagian dari upaya Disdik Kalteng memperkuat kesiapsiagaan satuan pendidikan selama periode karhutla. Selain memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, pemerintah daerah juga memperhatikan aspek keamanan lingkungan sekolah.
Melalui koordinasi antara Dinas Pendidikan, kepala sekolah, dan MKKS, kebutuhan peralatan diharapkan dapat teridentifikasi dengan lebih cepat sehingga upaya antisipasi karhutla di lingkungan pendidikan dapat dilakukan sesuai kondisi dan tingkat kerawanan masing-masing wilayah. (Redaksi)






