Pemprov Kalteng Siapkan Anggaran Pendampingan untuk Perluas Digitalisasi Sekolah

Foto: Kegiatan rapat koordinasi pusat dan daerah terkait program revitalisasi sekolah 2027 yang dihadiri Kadisdik Kalteng. (Media Disdik)

Palangka Raya, Talawangnews.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyiapkan anggaran pendampingan untuk mendukung revitalisasi sekolah dan digitalisasi pendidikan yang direncanakan pemerintah pusat. Dukungan tersebut diarahkan untuk memperluas akses pembelajaran, terutama bagi sekolah di wilayah pedalaman yang masih menghadapi keterbatasan tenaga pengajar, jaringan internet, dan listrik.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengatakan dukungan pemerintah daerah akan dilakukan melalui penguatan program yang selaras dengan kebijakan nasional. Rencana pemerintah pusat tersebut mencakup alokasi anggaran bagi 100.000 satuan pendidikan pada 2027, sebagaimana disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Reza menyampaikan apresiasi atas program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Menurutnya, pengembangan infrastruktur pendidikan perlu berjalan beriringan dengan pemanfaatan teknologi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh siswa dan guru.

Salah satu langkah yang dikembangkan Pemprov Kalteng adalah Kelas Digital Huma Betang. Program ini dirancang untuk memperluas jangkauan pembelajaran sekaligus membantu mengatasi kesenjangan layanan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.

“Kita dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga telah mendukung program digitalisasi tersebut, kita sudah membentuk yang namanya Kelas Digital Huma Betang,” ujar Reza, Selasa (8/9/2026).

Pelaksanaan kelas digital didukung perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital, konektivitas internet Starlink, serta panel surya. Kombinasi perangkat tersebut ditujukan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah yang menghadapi kendala akses listrik dan jaringan internet.

Reza menjelaskan, pemanfaatan teknologi diharapkan membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi siswa di wilayah terpencil. Dengan dukungan perangkat dan konektivitas, keterbatasan tenaga pengajar maupun akses terhadap materi pembelajaran dapat diatasi secara bertahap.

Ia menegaskan, digitalisasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat teknologi. Penggunaannya juga harus mendukung proses pembelajaran dan menyesuaikan kebutuhan setiap sekolah agar fasilitas yang tersedia memberikan manfaat nyata.

Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, Pemprov Kalteng berharap program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan dapat menjangkau lebih banyak satuan pendidikan. Upaya tersebut ditujukan untuk memperkecil kesenjangan akses serta meningkatkan pemerataan layanan pendidikan bagi peserta didik di perkotaan hingga pedalaman. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *