Talawangnews.com, Palangka Raya – Anggota DPR RI Komisi VII DPR RI Dapil Kalimantan Tengah (Kalteng) Willy Midel Yoseph bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) menggelar sosialisasi unsur nama Rupabumi Indonesia di Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di M Bahalap Hotel, Kota Palangka Raya, Senin (24/10/2022).
Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya anggota DPR RI dari komisi VII Willy Midel Yoseph, Kepala Pusat Penataan Rupabumi dan Toponim, Ade Komara Mulyana dan Wakil Bupati Barito Utara Sugianto Panala Putra, perwakilan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/kota di Kalteng.
Willy Midel Yoseph pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa sosialisasi ini merupakan hal yang penting bagi mahasiswa dan masyarakat umum tentang pemetaan di setiap daerah dan pemetaan batas desa di tanah air khususnya di Kalimantan Tengah dilakukan dalam rangka perencanaan pembangunan, penyusunan sistem informasi desa, dan pemetaan mitigasi bencana.
“Sosialisasi pemetaan ini penting dilakukan kepada mahasiswa dan masyarakat umum. Dan pemetaan ini diperlukan untuk perencanaan pembangunan, sistem informasi, dan untuk mitigasi bencana,” katanya.
Ditambahkan Willy M. Yoseph, BIG merupakan mitra Komisi VII DPR RI. Selain itu juga ada mitra-mitra lainnya yang dari Kementerian seperti Kementerian Energi dan juga PLN.
“Ini juga sangat menarik di Kalteng, karena Provinsi Kalteng merupakan daerah yang terluas di Indonesia, apalagi setelah Papua melakukan pemekaran wilayah, sehingga sosialisasi Rupabumi tentunya sangat penting,” ucap anggota DPR RI Dapil Kalteng tersebut.

Lanjut Willy sesuai dengan tugasnya BIG ini juga erat kaitannya dengan rekomendasi tata ruang, selain itu juga menyangkut dengan batas administrasi wilayah. Serta juga yang terpenting adalah batas desa di Kalteng.
“Apalagi setelah pemekaran 8 Kabupaten pemekaran di Kalteng, tentunya tata ruang atau batas wilayah antar daerah ada yang mana persoalan tata batas masih terjadi hingga saat ini. Apalagi menyangkut wilayah yang kaya akan sumber daya alam, ada potensi terjadinya konflik.” ucap mantan Bupati Murung Raya dua periode tersebut.
Sementara itu, Kepala Pusat Pemetaan Rupa Bumi Badan Informasi Geospasial, Ade Komara Mulyana dalam sambutannya pada kegiatan tersebut mengatakan bahwa masyarakat dinilai penting untuk memahami pemetaan di tanah air.
“Lebih jelasnya kami bertugas menyediakan peta wilayah Indonesia dengan benar dan bisa dipertanggungjawabkan. Dan pentingnya peta ini untuk proses pembangunan. Tadi saya contohkan bagaimana kita memetakan pembangunan, seperti pembangunan fasilitas kesehatan dan lainnya,” katanya.
Ade menyebutkan, dari peta yang ada pemerintah bisa melihat bagaimana sebaran ketika membangun fasilitas umum. Apakah menjangkau atau tidak sebarannya, atau ada wilayah blank spot yang sulit terjangkau.
Untuk diketahui, Badan Informasi Geospasial (BIG) adalah lembaga pemerintah nonkementerian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang informasi geospasial. BIG berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden dan dipimpin oleh seorang kepala.


