Talawang News, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan, telah merancang dan mengimplementasikan sebuah inisiatif ambisius untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan dan pembaruan kawasan pemukiman yang berkelanjutan.
Dengan komitmen yang kuat terhadap pembangunan yang berkelanjutan, program ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dasar tetapi juga untuk memastikan dampak positif terhadap lingkungan serta kehidupan sosial ekonomi masyarakat setempat.
Erlin Hardi, yang menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) melalui Kepala Bidang Kawasan Pemukiman Agus Viriono menjelaskan program ini didasarkan pada prinsip mendengarkan dan merespons langsung aspirasi masyarakat.
“Kami membangun kawasan pemukiman dengan memperhatikan apa yang benar-benar diinginkan oleh masyarakat, dengan memastikan desain yang sederhana namun fungsional,” ucapnya dengan tegas kepada awak media ini. Selasa, 16/07/2024.
Pendekatan ini memungkinkan masyarakat lokal untuk aktif terlibat dalam proses perencanaan, sehingga memastikan bahwa setiap langkah pembangunan mencerminkan kebutuhan dan nilai-nilai komunitas setempat.
Salah satu aspek yang sangat ditekankan dalam program ini adalah penggunaan UMKM lokal sebagai mitra utama dalam pelaksanaan proyek.
Agus Viriono, yang bertanggung jawab atas pengembangan kawasan pemukiman ini juga mengatakan pentingnya melibatkan UMKM lokal dalam penyediaan barang dan jasa.
“Kami tidak hanya memberdayakan UMKM lokal untuk mendukung ekonomi daerah, tetapi juga untuk memastikan bahwa kualitas teknis dari setiap aspek pembangunan terjaga dengan baik,” ungkapnya.
“Dengan pendekatan ini tidak hanya memperkuat ekonomi lokal tetapi juga mempromosikan keadilan dan inklusi dalam distribusi manfaat dari pembangunan infrastruktur,” lanjutnya.
Dalam hal infrastruktur, Dinas Perkimtan Kalteng menempatkan penekanan khusus pada ketersediaan akses transportasi yang memadai, seperti memperhatikan dengan seksama kondisi dan struktur jalan, serta memastikan bahwa setiap kawasan pemukiman memiliki akses yang baik untuk memfasilitasi mobilitas masyarakat. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dengan mempermudah aksesibilitas ke pasar dan sumber daya penting lainnya.
Selain itu, Diinas Perkimtan Kalteng mengutamakan penggunaan tenaga kerja lokal dalam setiap tahap pembangunan. Misalnya, di wilayah Kapuas, penggunaan tenaga kerja lokal bukan hanya sebagai strategi untuk menciptakan lapangan kerja, tetapi juga sebagai bentuk komitmen untuk menghormati dan memanfaatkan potensi sumber daya manusia setempat.
“Kita pastikan, telah mengadopsi pendekatan menggunakan e-catalog untuk pengadaan, memungkinkan UMKM setempat untuk berpartisipasi secara adil dalam proses tender dan pengadaan,” jelas Agus.
Meskipun dihadapkan dengan tantangan seperti keharusan untuk terus mengikuti perkembangan aturan dan regulasi terbaru dari pemerintah pusat, pihaknya telah menunjukkan kemampuan untuk mengatasi setiap hambatan dengan kecakapan dan kreativitas, dengan melakukan survei menyeluruh dan konsultasi dengan masyarakat sebelum memulai setiap proyek, untuk memastikan bahwa setiap langkah yang kami ambil adalah refleksi dari kebutuhan nyata dan aspirasi masyarakat.
“Secara keseluruhan, program pembaruan kawasan pemukiman ini bukan hanya tentang membangun struktur fisik, tetapi juga tentang memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat serta membangun masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang, ucapnya.
Dengan komitmen yang kuat terhadap inklusi, keadilan, dan keberlanjutan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus menjadi pionir dalam upaya memajukan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan yang berbasis pada kebutuhan dan aspirasi komunitas lokal.






