Talawang News, Palangka Raya – Setelah melalui periode panjang dan padat selama Pemilu 2024, Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) Kalimantan Tengah kembali menggeliat dengan menghidupkan kembali program kerja mereka. Sayap Partai Gerindra ini kini memusatkan perhatian pada penguatan struktur organisasi di tingkat daerah serta mempererat hubungan antaranggota melalui kegiatan ibadah rutin.
Ketua GEKIRA Kalteng, Christian Sancho, mengungkapkan bahwa agenda politik seperti Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Presiden (Pilpres), serta persiapan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sempat menyita perhatian dan energi organisasi. Namun, dengan selesainya rangkaian pesta demokrasi tersebut, GEKIRA Kalteng kini siap kembali fokus pada konsolidasi internal.
Menurut Christian Sancho, langkah utama yang kini dilakukan adalah membangun kepengurusan di 13 kabupaten dan 1 kota di Kalimantan Tengah. Struktur organisasi yang solid dinilai penting untuk memastikan pergerakan GEKIRA di daerah dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa GEKIRA hadir di setiap daerah, bukan hanya sebagai simbol, tetapi benar-benar menjadi wadah bagi umat Kristiani yang ingin berkontribusi bagi masyarakat, baik melalui pelayanan sosial maupun dukungan terhadap program-program Partai Gerindra,” ujarnya, Minggu (9/3/2025).
Untuk mewujudkan hal tersebut, GEKIRA Kalteng telah membentuk tim khusus yang bertugas melakukan verifikasi serta membuka pendaftaran bagi calon ketua dan pengurus di tingkat kabupaten/kota. Harapannya, sebelum perayaan Paskah 2025, seluruh kepengurusan daerah telah terbentuk dan dilantik secara resmi.
“Kami menargetkan seluruh kepengurusan sudah siap sebelum Paskah, sehingga nantinya bisa dilakukan pelantikan bersama bagi para pengurus di seluruh kabupaten dan kota,” tambahnya.

Selain fokus pada struktur organisasi, GEKIRA Kalteng juga berkomitmen untuk mempererat kebersamaan di antara para anggotanya. Salah satu program utama yang akan kembali digiatkan adalah ibadah bulanan.
“Ibadah rutin ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi wadah bagi anggota untuk saling berbagi, memperkuat solidaritas, dan menjaga semangat kebersamaan dalam menjalankan visi organisasi,” jelasnya.
Sancho menambahkan bahwa ibadah rutin juga dapat menjadi sarana untuk menyerap aspirasi dan kebutuhan anggota di daerah, sehingga GEKIRA bisa lebih adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan sosial serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dengan berbagai langkah yang tengah ditempuh, GEKIRA Kalteng optimistis dapat semakin memperkuat kehadirannya di tengah masyarakat Kristiani di Kalimantan Tengah. Organisasi ini diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari struktur politik, tetapi juga mitra aktif dalam membangun persatuan dan kesejahteraan sosial.
“Kami percaya bahwa dengan kerja sama yang solid, GEKIRA dapat menjadi wadah yang bermanfaat, baik dalam penguatan iman maupun dalam kontribusi sosial-politik di daerah. Kami siap untuk bergerak lebih aktif dan menjadi bagian dari pembangunan yang lebih baik bagi Kalimantan Tengah,” pungkasnya.






