BARITO SELATAN — Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkar) Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Gerbang Barito Unit IX bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Buntok–Palangka Raya, Desa Madara, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, pada Selasa (4/8/2026).
Berdasarkan informasi dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, tim segera menuju lokasi sesaat setelah menerima laporan. Operasi pemadaman dimulai pada pukul 14.56 WIB. Berkat kesigapan petugas, api berhasil dikendalikan pada pukul 16.04 WIB.
Setelahnya, personel langsung melanjutkan proses pendinginan (cooling down) secara intensif guna memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara tersembunyi yang berpotensi memicu kembalinya kebakaran.
Kebakaran tersebut melanda area seluas kurang lebih 0,01 hektare yang didominasi oleh semak belukar dan pepohonan di atas lahan bergambut. Kondisi ini menuntut penanganan yang teliti dan menyeluruh, mengingat karakteristik lahan gambut rentan membuat api menjalar di bawah permukaan tanah.
Dalam operasi ini, Brigdalkar KPHL Gerbang Barito Unit IX mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana pendukung, antara lain:
-
1 unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter
-
1 unit mobil slip on
-
1 unit mobil Hiace
-
Selang pemadam dan nozel
-
Perangkat komunikasi (handy talky)
Meskipun sempat terkendala oleh jarak sumber air yang cukup jauh dari titik api, seluruh rangkaian pemadaman dan pendinginan dapat diselesaikan dengan tuntas hingga kondisi dinyatakan aman.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Agustan Saining, S.Hut., M.Si., memberikan apresiasi tinggi atas kesigapan dan kecepatan respons personel di lapangan.
“Kecepatan dalam merespons setiap laporan masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan. Kami mengajak seluruh masyarakat agar terus berperan aktif melaporkan apabila menemukan titik api serta bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran, khususnya pada musim kemarau,” ujar Dr. Agustan.
Beliau menegaskan bahwa Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah akan terus memperkuat kesiapsiagaan personel, mengoptimalkan sarana dan prasarana, serta mempererat sinergi dengan masyarakat guna mengantisipasi ancaman karhutla secara optimal.
Masyarakat kembali diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan segera melapor kepada petugas jika menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dini dapat dilakukan sebelum api meluas.






