Palangka Raya, Talawangnews.com – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, mengajak mahasiswa Pascasarjana Universitas Palangka Raya (UPR) menghasilkan penelitian yang mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat. Pendidikan jenjang magister dan doktor dinilai harus menjadi sarana meningkatkan kapasitas intelektual sekaligus melahirkan solusi bagi pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Reza saat memberikan materi dalam Orientasi Akademik Pascasarjana UPR di Aula Pascasarjana UPR, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, tesis dan disertasi tidak seharusnya hanya menjadi persyaratan untuk memperoleh gelar akademik. Hasil penelitian perlu memiliki unsur kebaruan, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah.
Reza menegaskan, kebijakan pembangunan perlu disusun berdasarkan bukti dan data yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan semata-mata berdasarkan opini. Karena itu, mahasiswa Pascasarjana diharapkan mampu mengembangkan kemampuan analisis dan menghasilkan penelitian yang memberikan kontribusi nyata.
“Dalam setiap pembuatan kebijakan, itu harus evidence-based. Jangan hanya berdasarkan opini, tapi memang harus berdasarkan bukti,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat menuntut setiap individu untuk terus meningkatkan kompetensi. Pendidikan tinggi, menurutnya, bukan sekadar menambah gelar, melainkan memperkuat pengetahuan, keterampilan, pengalaman, serta kemampuan menerapkan ilmu dalam kehidupan nyata.
“Kita tidak sekadar melanjutkan pendidikan, Bapak/Ibu, tetapi kita menaikkan standar. Jadi, standar kita ditingkatkan. Jadilah intelektual yang tidak hanya tahu, tapi tahu bagaimana (know-how),” ujar Reza.
Dalam konteks pembangunan Kalimantan Tengah, ia menilai keberadaan kaum intelektual sangat dibutuhkan untuk membantu mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai persoalan daerah melalui pendekatan ilmiah. Penelitian pada jenjang S2 dan S3 diharapkan dapat menghasilkan pembaruan pemikiran maupun inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Reza juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu upaya yang direncanakan adalah mendorong program Profesor Melayani dan Mahasiswa Mengajar untuk memperluas pendampingan akademik hingga wilayah pelosok Kalimantan Tengah.
Program tersebut diharapkan dapat membantu menjawab kebutuhan tenaga pendidik, khususnya pada jenjang SMA, SMK, dan sekolah khusus yang masih menghadapi kekurangan guru di sejumlah wilayah.
Ia berharap mahasiswa Pascasarjana UPR dapat mengambil bagian dalam pembangunan daerah melalui keahlian dan pengalaman yang dimiliki. Dengan kolaborasi yang kuat, perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Reza menegaskan, keberhasilan pendidikan tinggi pada akhirnya tidak hanya diukur dari gelar yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan lulusan menerapkan ilmu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ketika nanti Bapak/Ibu sudah lulus S2 dan S3, saya mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menginginkan dan berharap banyak kepada Bapak/Ibu agar ketika sudah lulus nanti bisa memberikan dampak,” pungkasnya. (Redaksi)






