PALANGKA RAYA – Memasuki status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Tim Pengendalian Karhutla (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah terus siaga melakukan penanganan di sejumlah titik kebakaran di Kota Palangka Raya.
Pada Sabtu (5/9/2026), tim gabungan melakukan pemadaman di tiga lokasi, yakni Jalan Saluang, Kelurahan Marang, Kecamatan Bukit Batu; Jalan Danum Bahandang, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau; serta kawasan Perupuk Tunggal, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sebangau.
Di Jalan Saluang, petugas menangani kebakaran pada lahan gambut seluas sekitar 1,61 hektare. Vegetasi di lokasi terdiri dari semak belukar, pakis-pakisan, ilalang, pohon tumih dan geronggang.
Pemadaman dilakukan menggunakan mobil tangki water supply berkapasitas 5.000 liter, mobil slip on, mesin pompa dan selang. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas masih menemukan kepulan asap di bagian tengah lahan sehingga pendinginan kembali dilakukan.
Sementara di Jalan Danum Bahandang, lahan yang terbakar sekitar 0,05 hektare. Pemadaman melibatkan Dalkarhutla Dishut Kalteng, pemadam darat, TNI, Emergency Response Palangka Raya (ERP) dan TSAK Kereng Bangkirai.
Api di lokasi tersebut dilaporkan menjalar cukup cepat pada vegetasi semak belukar, geronggong, akasia, kalakai dan pakis-pakisan. Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala yang dihadapi petugas.
Adapun di kawasan Perupuk Tunggal, Kelurahan Sabaru, petugas harus menggunakan jalur air untuk mencapai lokasi. Akses darat tidak dapat dilalui sehingga dua unit perahu kelotok digunakan untuk mengangkut personel dan peralatan pemadaman.
Tim kemudian menggunakan mesin pompa dengan memanfaatkan sumber air dari parit terdekat. Sekitar 0,15 hektare lahan berhasil ditangani.
Namun, api di kawasan tersebut belum sepenuhnya padam. Petugas masih melanjutkan pendinginan dan pembatasan penjalaran pada lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar, purun danau, rasau, geronggang, tumih dan blangiran.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng Agustan Saining mengatakan, personel Dalkarhutla tetap disiagakan untuk merespons laporan karhutla dan melakukan penanganan di lapangan.
“Petugas di lapangan terus melakukan pemadaman sekaligus pendinginan. Yang paling penting api jangan sampai menjalar lebih luas, terutama di lahan gambut yang penanganannya membutuhkan perhatian lebih,” ujarnya.
Menurut Agustan, kondisi setiap lokasi berbeda, termasuk akses menuju titik kebakaran. Karena itu, peralatan dan metode pemadaman disesuaikan dengan kondisi lapangan.
“Kolaborasi di lapangan sangat penting. Dengan keterlibatan bersama, pemadaman bisa dilakukan lebih cepat dan penjalaran api dapat dibatasi,” katanya.
Dalam status tanggap darurat, penanganan karhutla di lapangan terus dilakukan dengan melibatkan unsur pemerintah, TNI/Polri, pemadam, relawan dan masyarakat. Tim Dalkarhutla Dishut Kalteng masih melakukan pemadaman, pendinginan serta pemantauan terhadap titik-titik yang telah ditangani.






