Disdik Kalteng Dorong Sekolah Swasta di Daerah Kembangkan Potensi Siswa

Foto: Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, saat meninjau SMA Islam Terpadu Baiturrahman Buntok. (Media Disdik)

Buntok, Talawangnews.com – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah mendorong sekolah swasta di daerah agar terus mengembangkan potensi peserta didik melalui pembinaan dan pemerataan dukungan pendidikan. Setiap sekolah dinilai memiliki peluang melahirkan siswa berprestasi, termasuk sekolah yang berada di luar pusat perkotaan.

Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan hal tersebut saat bersilaturahmi dengan keluarga besar SMA Islam Terpadu Baiturrahman Buntok, Senin (21/9/2026). Ia mengajak pihak sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memberi ruang bagi siswa mengembangkan kemampuan mereka.

Reza menegaskan, status sekolah negeri maupun swasta serta lokasi sekolah di kota atau desa tidak boleh menjadi alasan untuk membedakan perhatian pemerintah terhadap pengembangan pendidikan.

“Pokoknya semua harus setara, baik itu negeri maupun swasta, baik di kota maupun desa. Jangan ada gap,” tegasnya.

Ia menyebutkan, dukungan fasilitas pendidikan juga diarahkan agar dapat dinikmati sekolah secara merata. Salah satunya melalui penyediaan TV interaktif yang turut diterima SMA Islam Terpadu Baiturrahman Buntok.

Menurut Reza, potensi siswa berprestasi tidak hanya ditemukan di sekolah-sekolah perkotaan. Hasil asesmen dan pemetaan kemampuan murid yang selama ini dilakukan menunjukkan adanya anak dengan kemampuan intelektual superior di wilayah pelosok dan pedalaman Kalimantan Tengah.

“Seperti sebelumnya kita selalu melaksanakan AMB, ternyata anak yang punya IQ superior ada di pelosok pedalaman, bukan di kota. Jangan sampai anak-anak seperti ini tidak mendapat perhatian,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta sekolah memberikan perhatian terhadap kemampuan dan bakat setiap siswa agar dapat dikembangkan melalui pembinaan yang sesuai. Reza juga meyakini SMA Islam Terpadu Baiturrahman Buntok memiliki murid potensial yang dapat meraih prestasi apabila memperoleh kesempatan dan dukungan yang memadai.

“Harus bangkit SMA Islam Terpadu Baiturrahman Buntok. Di sini pasti ada mutiara, pasti ada murid yang berprestasi,” katanya.

Di sisi lain, Reza mengakui pengelolaan tenaga pendidik, khususnya Guru Tidak Tetap (GTT), masih menjadi tantangan. Ia menjelaskan adanya ketentuan yang membatasi kemampuan pemerintah provinsi untuk menggaji GTT, sementara kebutuhan tenaga pengajar di sekolah tetap harus dipenuhi.

“Terkait GTT, Pemprov tidak boleh menggajih. Kalau ketahuan ada sanksi yang diberikan. Ini yang membuat saya dilema, kalau diserahkan ke sekolah, apakah sekolah mampu menggaji?” ungkapnya.

Sementara itu, untuk tenaga pendukung atau Pegawai Tidak Tetap (PTT), seperti penjaga sekolah, petugas keamanan, dan operator, Reza menyebut skema outsourcing dapat menjadi salah satu pilihan pengelolaan tenaga kerja.

Disdik Kalteng terus mendorong pemerataan akses, fasilitas, dan pembinaan pendidikan agar siswa dari berbagai wilayah memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan meraih prestasi, tanpa dibatasi status sekolah maupun lokasi tempat tinggal. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *