Palangka Raya, Talawangnews.com – Pembayaran gaji September bagi sekitar 395 Guru Tidak Tetap (GTT) jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) di Kalimantan Tengah mengalami keterlambatan. Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng tengah mengupayakan penambahan anggaran agar pembayaran gaji para tenaga pendidik tersebut dapat berlanjut hingga akhir 2026.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kalteng, Safrudin, menyampaikan informasi tersebut dalam Zoom Monitoring Evaluasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Rabu (23/9/2026). Ia meminta informasi mengenai keterlambatan pembayaran disampaikan kepada para GTT agar mereka memahami kondisi anggaran yang sedang diproses.
“Akan tetapi, tolong nanti disampaikan ke kawan-kawan, beri pengertian, Bapak/Ibu, bahwa akan terjadi keterlambatan gaji bulan September yang akan mereka terima di awal bulan ini, awal bulan Oktober,” ujar Safrudin.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kalteng, sekitar 395 GTT masih menerima gaji dari anggaran pemerintah provinsi. Jumlah tersebut terdiri atas 173 GTT di SMA, 183 GTT di SMK, dan 39 GTT di SKH.
Safrudin menjelaskan, keterlambatan terjadi karena anggaran yang tersedia sebelumnya hanya mencukupi pembayaran gaji hingga Agustus. Untuk melanjutkan pembayaran pada bulan-bulan berikutnya, penambahan anggaran diupayakan melalui anggaran perubahan.
“Sesuai arahan Pak Kadis, dan ini sudah kami bahas juga, kami sampaikan juga dengan beliau, dan beliau sudah mengupayakan, akan ada penambahan anggaran untuk gaji GTT sampai akhir tahun, sampai Desember,” tambahnya.
Meski penambahan anggaran sedang diupayakan, waktu pencairan gaji belum dapat dipastikan. Pembayaran masih bergantung pada proses pengesahan anggaran perubahan yang sedang berjalan.
Dinas Pendidikan Kalteng meminta pihak terkait mengkomunikasikan informasi tersebut kepada para GTT secara jelas untuk menghindari kesalahpahaman. Pemerintah provinsi melalui Disdik tetap mengupayakan ketersediaan anggaran agar pembayaran gaji dapat dilanjutkan hingga Desember 2026. (Redaksi)






