5.000 Pelaku UMKM Ikuti Edukasi Keuangan Yang Dilaksanakan Oleh OJK Bersama Pemprov Kalteng

Kotawaringin Timur, TalawangNews.com OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Tengah dalam pelaksanaan edukasi keuangan pada kegiatan Gebyar UMKM Wilayah Barat Tahun 2024 di Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, yang dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Bupati Kotawaringin Timur, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Pimpinan OPD lingkup Provinsi Kalimantan Tengah dan Lembaga Jasa Keuangan, dengan peserta terdiri dari 5.000 pelaku UMKM se-Wilayah Barat. Gebyar UMKM di Wilayah Barat ini tidak hanya sekedar pertemuan para pelaku UMKM, namun juga sebagai sarana untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Kalimantan Tengah agar Pelaku UMKM di Wilayah Barat dapat naik kelas.

Kegiatan diawali dengan pemberian edukasi keuangan oleh Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz dengan tema “UMKM Cerdas Keuangan Untuk Kalteng Makin Berkah”. Pada kesempatan tersebut Primandanu menyampaikan materi mengenai pengenalan OJK, perkembangan UMKM secara Nasional dan di Wilayah Kalteng, produk Lembaga Jasa Keuangan yang dapat digunakan untuk mendukung permodalan UMKM, waspada aktivitas keuangan ilegal, serta tips pengelolaan keuangan sederhana.

“Pelaku UMKM yang mayoritas dikelola oleh perempuan merupakan pahlawan nasional karena UMKM merupakan penopang perekonomian Indonesia dan berkontribusi sebanyak 61,07% terhadap PDB.” ujar Primandanu. Tidak lupa Primandanu juga mengingatkan agar Pelaku UMKM harus selalu waspada terhadap aktivitas keuangan ilegal yang telah banyak merugikan masyarakat, seperti investasi dan pinjol ilegal, serta judi online. “Selalu ingat 2L, yaitu Legal dan Logis, jika mendapatkan penawaran produk keuangan. Pastikan pihak yang menawarkan produk keuangan memiliki izin atau legalitas yang jelas dari instansi terkait, serta memberikan imbal hasil atau bunga yang wajar dan logis.” terang Primandanu.

Setelah pelaksanaan edukasi keuangan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian laporan oleh Bupati Kotawaringin Timur, H. Halikinnor, S.H, MM. yang memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah atas upayanya dalam memajukan UMKM melalui program pemberdayaan ekonomi keluarga dan komunitas. “Dengan adanya kegiatan Gebyar UMKM ini kami harap UMKM di Wilayah Barat kedepannya dapat terus berkembang dan memberikan nilai serta daya saing yang tinggi.” terang H. Halikinnor, S.H, MM.

Berikutnya dalam sekapur sirih Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edy Pratowo menyampaikan bahwa pelaku UMKM merupakan ujung tombak perekonomian, sehingga perlu diberikan pendampingan dan dukungan permodalan agar dapat memiliki daya saing yang tinggi untuk menopang perekonomian Kalimantan Tengah. “Saya harap OJK, Perbankan bersama Pemerintah dapat bersama-sama memberikan dukungan kepada pelaku UMKM, baik dalam bentuk permodalan maupun pendampingan, agar UMKM tetap stabil dan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakat di Kalimantan Tengah.” ujar H. Edy Pratowo.

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran menyampaikan bahwa UMKM memiliki peranan yang sangat strategis dalam mendukung perekonomian daerah terutama pertumbuhan ekonomi lokal. “Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan UMKM melalui kebijakan dan program-program yang dapat mempermudah pelaku UMKM dalam mengakses permodalan.” terang H. Sugianto Sabran.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bazar dan festival UMKM sampai dengan tanggal 7 September 2024 yang bertempat di pelataran parkir Citi Mall Sampit dengan peserta terdiri dari kurang lebih 45 booth UMKM. Pada kesempatan tersebut OJK juga memberikan layanan permintaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), menggelar SiMOLEK (Sarana Informasi Mobil Literasi Edukasi Keuangan), dan kembali melakukan edukasi keuangan kepada masyarakat umum pada saat pelaksanaan penutupan Gebyar UMKM Wilayah Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *