PALANGKA RAYA — Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah melalui Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Damkarhutla) mengintensifkan langkah penanganan karhutla secara terpadu. Fokus utama diarahkan pada operasi pemadaman, pemantauan lapangan intensif, patroli rutin, hingga penguatan pencegahan di berbagai wilayah rawan guna menekan risiko perluasan kebakaran di musim kemarau.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, Agustan Saining, menegaskan bahwa pihaknya mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada—meliputi personel, sarana, dan prasarana pendukung—untuk bergerak cepat dan terkoordinasi di lapangan.
“Penanganan Karhutla terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. Seluruh personel bekerja sesuai tugasnya masing-masing dan terus melaporkan perkembangan kondisi di lapangan,”ujar Agustan pada Senin (3/8/26).
Dalam menjalankan operasi, strategi utama yang dikedepankan adalah pemantauan lapangan dan udara guna memetakan prioritas, khususnya di titik-titik yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut Palangka Raya pada periode 2 Agustus 2026 pukul 00.00–23.00 WIB:
-
Jumlah Titik Panas (Hotspot): Terdeteksi 125 titik panas di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
-
Kondisi Cuaca: Pagi hari umumnya cerah hingga cerah berawan.
-
Kecepatan Angin: Berkisar antara 8–16 km/jam.
-
Jarak Pandang: Mencapai 8–10 kilometer.
Melalui integrasi patroli drone, verifikasi sistem Sipongi, dan Fine Fuel Moisture Code (FFMC), kondisi karhutla secara umum dilaporkan masih terkendali. Sebagian besar hotspot telah diverifikasi dan dinyatakan Clear, di antaranya di:
-
Kecamatan Mantangai (Kabupaten Kapuas)
-
Kecamatan Dusun Hilir (Kabupaten Barito Selatan)
-
Kecamatan Bulik Timur (Kabupaten Lamandau)
-
Kecamatan Bukit Santuai, Antang Kalang, & Parenggean (Kabupaten Kotawaringin Timur)
Kendati sebagian besar titik aman, Dishut Kalteng tetap menyiagakan pengawasan ketat pada beberapa wilayah yang memerlukan penanganan lanjutan, seperti:
-
Kabupaten Barito Selatan: Kecamatan Dusun Hilir (masih terpantau asap sisa kebakaran).
-
Kabupaten Barito Timur: Kecamatan Paju Epat dan Kecamatan Paku.
-
Kabupaten Gunung Mas: Kecamatan Manuhing.
Selain itu, aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat di berbagai daerah terus diawasi secara ketat untuk mengantisipasi munculnya kemunculan titik api baru (new ignition).
Sebagai upaya hulu untuk menekan angka kebakaran, Dishut Kalteng memperkuat strategi pencegahan melalui:
-
Pelibatan Masyarakat: Mengoptimalkan peran Masyarakat Peduli Api (MPA).
-
Patroli Lahan Gambut: Pemantauan rutin di kawasan rawan serta pengecekan ketersediaan sumber air bersih untuk pemadaman.
-
Edukasi Hukum: Sosialisasi masif kepada masyarakat terkait larangan membuka lahan dengan cara dibakar beserta ancaman sanksi pidananya.
Sebagai bentuk edukasi langsung kepada warga Kota Palangka Raya, dua regu Damkarhutla Dishut Kalteng turut menggelar siaran keliling di kawasan Jalan Nagasari dan Kelurahan Petuk Ketimpun. Dalam aksi tersebut, petugas membagikan brosur, leaflet, dan masker gratis, serta mengimbau warga agar proaktif melaporkan penemuan titik api agar bisa ditangani sebelum meluas.






