Bang Ir Komitmen Kembangkan UMKM dan Ekonomi Kreatif di Kapuas

Foto : Suasana diskusi dengan pelaku UMKM dan Ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Kapuas.

TALAWANG NEWS, PALANGKA RAYA – Krisis ekonomi yang terjadi beberapa tahun terakhir yang lalu, dimana Dunia dihantam badai pandemi Covid19 tentu sangat dirasakan tersendatnya roda perekonomian, demikian juga yang terjadi di Kalimantan Tengah khususnya kabupaten Kapuas, dampak terganggunya ekonomi masyarakat akibat pandemi Covid19 sangat dirasakan, namun ditengah ketidak pastian itu para pelaku UMKM dan Ekonomi kreatif perlahan bergerak kearah yang lebih membaik.

Hal tersebut di sampaikan Bambang Irawan calon anggota legislatif DPRD Kalteng Dapil V dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, guna terus meningkatkan perekonomian dimaksud tentu harus ada strategi strategi tepat dan jitu.

Beranjak dari hal itu Bambang Irawan atau sering di sebut juga Bang Ir melakukan silaturahmi dan diskusi dengan pelaku UMKM dan Ekonomi kreatif untuk bersama mencari hal hal terbaik yang bisa menjadi solusi peningkatan ekonomi dengan menggelar diskusi bersama yang bertempat di Cafe Nyra Kabupaten Kapuas. Rabu, 04/10/2023.

Diskusi yg di gelar oleh Relawan Bang Ir Peduli ini diselingi dengan penjelasan singkat tentang siapa Bambang Irawan yang sekarang menjabat sebagai Ketua Umum DPP FORDAYAK, seorang Pemuda Asli Dayak yg berkomitmen tinggi untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak melalu program program pengembangan perekonomian dan kepemudaan.

Bang Ir yang Juga seorang konsultan memiliki keinginan untuk terus berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat Dayak khususnya masyarakat daerah Kabupaten Kapuas dan pulang pisau.

Bambang menuturkan pelaku UMKM dan Ekonomi kreatif lainnya adalah langkah nyata untuk terus meningkatkan perekonomian keluarga.

“Tentu wajib kita kembangkan baik dalam skala kecil rumah tangga ataupun kelompok usaha, ke depan saya punya mimpi adanya regulasi yang mengatur bagaimana keterlibatan perusahaan – perusahaan besar di Kalteng ini dapat berkontribusi lebih luas lagi dalam pengembangan UMKM dan Ekonomi kreatif,” Jelasnya.

Ditambahkannya, beberapa permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM dan Ekonomi kreatif selama ini adalah, permodalan, juga perangkat usaha lainnya dan juga belum tertata dengan baik pengelolaan area CFD dikarenakan masih bisa mobil dan motor pengunjung melintas diarea dimaksud, demikian penjelasan beberapa pelaku usaha UMKM, menanggapi hal tersebut Bambang Irawan berusaha untuk turut membantu mencari solusi terbaik, termasuk adanya aturan yang jelas dan lainnya.

“Pengembangan potensi perekonomian berbasis keluarga, baik dari bahan mentah/hilir hingga pemasaran/hulu dan pangsa pasar harus jelas agar dapat berdampak pada kesejahteraan keluarga,” ucap Bambang.

Bang Ir juga menjelaskan terkait permodalan dan perangkat usaha mungkin kedepan ia bisa mengupayakan adanya kerjasama pihak swasta, dinas/instansi terkait untuk kesemrawutan areal CFD, supaya pihak terkait mulai mengatur tata kelola yang baik, kapan perlu pihak terkait bisa belajar kepada daerah lain yang penataan CFD lebih baik lagi.

“Disisi kepemudaan, kurangnya wadah apresiasi pemuda dalam pengembangan bakat dan kreativitas Bang Ir berharap ada pola bapak angkat yg bisa menaungi mereka, kita akan dorong beberapa pihak untuk terlibat,” Ujar Bang Ir.

Apresiasi terhadap ide dan solusi yang di kemukakan Bambang Irawan tersebut disampaikan oleh Aulia salah satu mahasiswi yang juga aktivis kepemudaan, “meski saya baru mengenal Bambang Irawan, saya merasa tergugah akan solusi yang beliau sampaikan. Semoga hal ini bisa direalisasikan segera dan menjadi solusi yang baik,” ujar Aulia.

Penulis: Erikson D. LuperEditor: Admin Talawangnews01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *