Palangka Raya, TalawangNews.com – Gerakan Pemuda Dayak Indonesia (Gerdayak) merayakan hari jadinya yang ke-16, bertempat di Aula Hotel Bahalap Palangka Raya, Sabtu (06/06/2026).
Memasuki usianya yang ke-16 Gerdayak Indonesia tentulah bukanlah yang mudah melewatinya, sebagai sebuah Ormas Dayak yang memiliki visi dan misi mengangkat harkat dan martabat Dayak tentulah tidak segampang membalikkan telapak tangan terutama dalam mencetak generasi Dayak yang mampu bersaing di berbagai bidang.
Kegiatan yang dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng, Irjen. Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si, Pangdam XXII/ Tambun Bungai, Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., serta para undangan baik dari Pemprov maupun Pemkot Palangka Raya dan perwakilan Gerdayak Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
Dalam acara HUT Gerdayak Indonesia ke-16 ini, Gerdayak Indonesia memberikan penghargaan kepada Pangdam XXII/TB, Kapolda Kalteng serta beberapa pejabat lainnya karena ikut dalam memberikan kontribusi dan menjalankan tugasnya dalam menciptakan keamanan dan pertahanan di Kalimantan Tengah agar selalu kondusif dalam lingkaran NKRI.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN), Yansen Binti dalam sambutannya mengatakan, bahwa saat ini kita memasuki era digitalisasi di mana generasi muda lebih gampang terpengaruh dengan adanya tekhnologi. Hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi sendi-sendi kehidupan yang terjaga dengan baik bila tidak diawasi akan berbahaya.
“Kita membangun kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) Dayak, terutama generasi muda Dayak agar mampu dan dapat bersaing dengan daerah lainnya, apalagi bersaing dalam bidang pendidikan yang berapliasi dengan ikatan sekolah kedinasan”, ungkapnya.
Kita berupaya agar generasi muda terutama generasi Dayak dapat masuk dalam sekolah-sekolah kedinasan baik Akpol, Akmil maupun lembaga pendidikan lainnya yang bersifat kedinasan, jangan sampai kita kalah dengan daerah lain, pungkasnya.
Yansen berharap agar ke depannya generasi muda Dayak mampu masuk sekolah kedinasan, karena generasi muda inilah yang akan meneruskan dalam pembangunan di Kalimantan.






