Talawang News, Palangka Raya — Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun Anggaran 2024 di lingkungan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah kembali menerima pembekalan penting sebagai bagian dari rangkaian kegiatan orientasi dan penguatan kompetensi teknis bidang tugas. Pembekalan kali ini difokuskan pada peningkatan kesiapsiagaan dan ketanggapan dalam menghadapi situasi darurat, konflik, dan gangguan keamanan di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan), Rabu (18/6).
Materi pertama yang disampaikan adalah tentang penanggulangan kebakaran, yang menghadirkan narasumber dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya. Para CPNS dibekali pengetahuan teoritis dan praktik dasar dalam mencegah serta menangani kebakaran, termasuk pengenalan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), evakuasi Warga Binaan, hingga simulasi pemadaman awal kebakaran. Materi ini diharapkan membentuk respons cepat dan tepat para CPNS dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan kerja.
Selanjutnya, CPNS juga menerima materi penanganan konflik dan insiden di dalam Lapas/Rutan oleh Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIA Palangka Raya, Wayan Arya Budiartawan. Dalam sesi ini, disampaikan langkah-langkah preventif dan represif dalam menghadapi konflik antar Warga Binaan, kerusuhan, hingga situasi yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtib. Pembekalan ini menekankan pentingnya kerja sama tim, komunikasi yang efektif, serta pengambilan keputusan cepat dalam situasi krisis.
Untuk melengkapi kemampuan teknis di lapangan, CPNS juga mengikuti latihan bela diri praktis serta teknik penangkapan dan pengendalian. Latihan ini bertujuan meningkatkan ketangkasan fisik, refleks, dan keterampilan dalam menghadapi situasi yang mengancam keselamatan petugas. Para peserta dilatih teknik-teknik dasar pengendalian individu agresif, pengamanan tahanan, serta manuver pengamanan diri dalam situasi tidak terduga.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pembekalan yang bersifat praktis dan aplikatif bagi para CPNS formasi tahun 2024. Ia menilai materi seperti penanggulangan kebakaran, penanganan konflik, serta bela diri praktis merupakan bekal nyata yang sangat relevan dengan tugas dan tantangan di lapangan.
“Pembekalan ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bagian penting dalam membentuk mental, keterampilan, dan kesiapan para CPNS sebagai petugas Pemasyarakatan. Mereka harus siap menghadapi berbagai situasi, mulai dari kebakaran, konflik di dalam lapas, hingga ancaman keamanan lainnya. Kesiapsiagaan dan ketanggapan di lapangan adalah kunci profesionalisme,” ujar Kakanwil.
Dengan rangkaian pembekalan ini, diharapkan CPNS mampu membentuk karakter sebagai petugas pemasyarakatan yang sigap, terampil, dan siap menghadapi dinamika tugas di lapangan.






