Krisis Air di Lokasi Gambut Dalam, Petugas Karhutla Tumbang Nusa Andalkan Sumur Warga

PULANG PISAU – Medan gambut dalam dan keterbatasan sumber air tidak menyurutkan langkah tim pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat menangani titik api di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (12/8).

Kebakaran yang berada di kawasan Jalan Trans Kalimantan Palangka Raya–Banjarmasin Km 32 itu kembali ditangani setelah sebelumnya terjadi di lokasi yang sama. Tim mulai bergerak sekitar pukul 12.06 WIB untuk mencegah api kembali menjalar.

Kondisi lapangan menjadi tantangan tersendiri. Vegetasi berupa semak belukar, akasia, geronggang, blangiran dan pakis-pakisan membuat api mudah merambat. Terlebih, lahan merupakan gambut dalam yang membutuhkan penanganan lebih hati-hati.

Personel Dalkarhutla Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng bersama tim pemadaman darat, Brimob, Masyarakat Peduli Api (MPA) Jumpun Pambelum dan kru water bombing BNPB langsung melakukan pemadaman.

Petugas tidak hanya mengejar titik api yang terlihat. Pembatasan penjalaran juga dilakukan agar api tidak bergerak ke area lain. Setelah itu, penyemprotan dilanjutkan dengan pendinginan untuk mengurangi potensi munculnya kembali api dari dalam gambut.

Sekitar 0,31 hektare area berhasil dipadamkan. Namun, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Hingga pemadaman berakhir pukul 16.20 WIB, api masih belum padam total.

Salah satu kendala utama adalah keterbatasan air. Tim mengandalkan sumur bor milik warga yang berada sekitar 50 meter dari lokasi untuk memenuhi kebutuhan pemadaman.

Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja lebih efektif dalam menggunakan air. Setiap titik yang terbakar ditangani dengan cepat, kemudian dilakukan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali muncul.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng Agustan Saining menyampaikan bahwa penanganan karhutla di kawasan gambut membutuhkan kecepatan sekaligus ketelitian. Api yang terlihat kecil di permukaan bisa kembali muncul apabila bagian bawah gambut belum benar-benar dingin.

Karena itu, tim terus melakukan pemadaman dan pemantauan di sekitar lokasi. Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah cepat yang dilakukan jajaran Dinas Kehutanan Kalteng atas arahan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran untuk mencegah karhutla meluas.

Fokus utama petugas saat ini bukan hanya memadamkan api, tetapi memastikan bara di dalam gambut tidak kembali menyala.

Penulis: Erikson Editor: Adm. Talawang News 01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *